Jum'at, 15 Agustus 2014
TUGAS IPA AND MTK
Praktek Macam-Macam Alat Ukur
Fisika SMA Kelas X : Macam-Macam Alat Ukur
Alat ukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu besaran dalam fisika. Pada umumnya ada tiga besaran yang paling banyak diukur dalam dunia fisika untuk tingkat SMA yaitu panjang, massa dan waktu. Macam-macam alat ukur panjang, massa dan waktu dapat dilihat sebagai berikut :
1. Alat Ukur Panjang
Alat-alat ukur panjang meliputi mistar, jangka sorong, dan mikrometer skrup. Berikut masing-masing alat ukur tersebut & penjelasannya.
A. Mistar/Penggaris
Mistar, atau yang lebih dikenal dengan sebutan penggaris adalah alat yang digunakan untuk mengukur barang yang berukuran sedang dan berukuran besar. Mistar ini dapat mengukur dengan ketelitian hingga 1 mm.
Alat ukur panjang yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah mistar. Skala terkecil dari mistar adalah 1 mm (0,1 cm) dan ketelitiannya setengah skala terkecil 0, 5 mm (0,05 cm).
B. Jangka Sorong
Dalam prakteknya, mengukur panjang kadang-kadang memerlukan alat ukur yang mampu membaca hasil ukur sampai ketelitian 0,1 mm (0,01 cm). Untuk pengukuran semacam ini kita bisa menggunakan jangka sorong.
Jangka sorong adalah alat yang digunakan untuk mengukur diameter, dimensi luar suatu benda, dan dimensi dalam suatu benda. Jangka sorong memiliki 2 bagian, yaitu rahang tetap yang fungsinya sebagai tempat skala tetap yang tidak dapat digerakkan letaknya, dan rahang sorong yang fungsinya sebagai tempat skala nonius dan dapat digeser-geser letaknya untuk menyesuaikan dan mengukur benda. Jangka sorong ini dapat mengukur dengan ketelitian hingga 0,1 mm.
C. Mikrometer Skrup
Mikrometer skrup adalah alat yang digunakan untuk mengukur ketebalan benda yang tipis, panjang benda yang kecil, dan dimensi luar benda yang kecil. Mikrometer skrup memiliki 3 bagian, yaitu selubung utama yang fungsinya sebagai tempat skala utama yang akan menunjukkan berapa hasil pengukuran dan bagian ini sifatnya tetap dan tidak dapat digeser-geser, lalu selubung luar yang fungsinya sebagai skala nonius yang dapat diputar-putar untuk menggerakkan selubung ulir supaya dapat menyesuaikan dengan benda yang diukur, dan selubung ulir yang fungsinya sebagai bagian yang dapat digerakkan dengan cara memutar-mutar selubung luar sehingga dapat menyesuaikan dengan bentuk benda yang diukur. Mikrometer skrup ini dapat mengukur dengan ketelitian hingga 0,01 mm.
2. Alat Ukur Massa
Hanya ada satu jenis alat ukur massa, yaitu neraca. Meski begitu, sebenarnya neraca jenisnya bermacam-macam. Berikut penjelasannya.
Neraca, atau yang lebih dikenal dengan sebutan timbangan adalah alat yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda. Ada beberapa jenis neraca, yaitu
Neraca Pasar, yaitu neraca yang biasa digunakan di pasar-pasar tradisional, bentuknya seperti pada gambar di samping. Cara pemakaian neraca ini yaitu dengan meletakkan benda yang akan ditimbang di bagian yang berbentuk mirip baskom, lalu di bagian sebelahnya yang datar diletakkan bandul neraca yang hampir seimbang dengan bobot benda, selanjutnya lengan neraca akan bergerak dan hasil pengukuran dapat diketahui.
Neraca Dua Lengan, yaitu neraca yang biasanya terdapat di laboratorium, bentuknya seperti pada gambar di samping. Cara pemakaian neraca ini hampir sama dengan cara pemakaian neraca pasar, bedanya bandul neraca yang terdapat pada neraca pasar dapat digantikan dengan barang lain.
Neraca Tiga Lengan, yaitu neraca yang juga biasanya terdapat di laboratorium, bentuknya seperti pada gambar di samping. Cara pemakaian neraca ini yaitu dengan cara menggeser ketiga penunjuk ke sisi paling kiri (skalanya menjadi nol), kemudian letakkan benda yang akan diukur pada bagian kiri yang terdapat tempat untuk benda yang akan diukur, lalu geser ketiga penunjuk ke kanan hingga muncul keseimbangan, dan hasil pengukuran dapat diketahui.
Neraca Kamar Mandi, adalah neraca yang biasa digunakan untuk mengukur berat badan, bentuknya seperti pada gambar di samping. Neraca ini biasanya terdapat di klinik, rumah sakit, rumah, atau mungkin di tempat-tempat lain yang memiliki neraca ini. Cara pemakaian neraca ini yaitu dengan cara kita naik ke atas neraca ini, selanjutnya jarum yang terdapat di neraca akan menunjukkan berapa hasil pengukuran berat badan kita.
3. Alat Ukur Waktu
Waktu adalah selang antara dua kejadian/peristiwa. Misalnya, waktu siang adalah sejak matahari terbit hingga matahari tenggelam, waktu hidup adalah sejak dilahirkan hingga meninggal. Untuk peristiwaperistiwa yang selang terjadinya cukup lama, waktu dinyatakan dalam satuan-satuan yang lebih besar, misalnya menit, jam, hari, bulan, tahun, abad dan lain-lain.
1 hari = 24 jam;
1 jam = 60 menit;
1 menit = 60 sekon
Sedangkan, untuk kejadian-kejadian yang cepat sekali bisa digunakan satuan milisekon (ms) dan mikrosekon (μs). Untuk keperluan sehari-hari, telah dibuat alat-alat pengukur waktu, misalnya stopwatch dan jam tangan
Cara Menghitung Volume Pekerjaan
Cara menghitung Volume pekerjaan :
I. Pekerjaan Awal1. PengukuranYang dimaksud dengan pengukuran adalah sebelum memulai pekerjaan, untukmenentukan posisi dari bangunan dilakukan pengukuran batas-batas, volumepengukuran adalah dihitung dg satuan lumpsum, missal diperkirakan dikerjakan 2 haridengan 2 tukang, sehingga perhitungan sbb ,upah tukang Rp.50.000, maka biaya50.000 x 2 x 2 = Rp. 200.000.2. BowplankDigunakan untuk membantu menentukan As atauletak titik dari bangunan, dengan cara membuat pagar menggunakan papan 2/15dipaku pada kayu ukuran 5/7 sebagai tiang, dibuat dengan jarak 1 meter dari asbangunan dipasang keliling bangunan.Misal rumah ukuran 6 x 7 , maka volume bowplank adalah (6+1+1)+(7+1+1)=17 m.Harga dan kebutuhan material dapat dilihat pada Analisa
II. pekerjaan.II. Pekerjaan Galian dan urugan1. GalianAdalah pekerjaan menggali yang berhubungan dengan pembuatan fondasi, dalam danlebarnya fondasi ditentukan oleh type fondasi. Misal lebar bawah fondasi 70 cm,maka lebar dari galian adalah 70 cm ditambah kiri 10 cm kanan 10 cm menjadi 70 + 20= 90 cm, sedangkan kedalaman galian juga ditentukan oleh keadaan tanah baik, tetapikalau kondisi tanah biasa umumnya kedalaman galian 70 cm, maka volume galianadalah 0.9 m x 0.7 m x panjang fondasi = satuan m3, sedangkan untuk menentukan
Alat ukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu besaran dalam fisika. Pada umumnya ada tiga besaran yang paling banyak diukur dalam dunia fisika untuk tingkat SMA yaitu panjang, massa dan waktu. Macam-macam alat ukur panjang, massa dan waktu dapat dilihat sebagai berikut :
1. Alat Ukur Panjang
Alat-alat ukur panjang meliputi mistar, jangka sorong, dan mikrometer skrup. Berikut masing-masing alat ukur tersebut & penjelasannya.
A. Mistar/Penggaris
Mistar, atau yang lebih dikenal dengan sebutan penggaris adalah alat yang digunakan untuk mengukur barang yang berukuran sedang dan berukuran besar. Mistar ini dapat mengukur dengan ketelitian hingga 1 mm.
Alat ukur panjang yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah mistar. Skala terkecil dari mistar adalah 1 mm (0,1 cm) dan ketelitiannya setengah skala terkecil 0, 5 mm (0,05 cm).
B. Jangka Sorong
Dalam prakteknya, mengukur panjang kadang-kadang memerlukan alat ukur yang mampu membaca hasil ukur sampai ketelitian 0,1 mm (0,01 cm). Untuk pengukuran semacam ini kita bisa menggunakan jangka sorong.
Jangka sorong adalah alat yang digunakan untuk mengukur diameter, dimensi luar suatu benda, dan dimensi dalam suatu benda. Jangka sorong memiliki 2 bagian, yaitu rahang tetap yang fungsinya sebagai tempat skala tetap yang tidak dapat digerakkan letaknya, dan rahang sorong yang fungsinya sebagai tempat skala nonius dan dapat digeser-geser letaknya untuk menyesuaikan dan mengukur benda. Jangka sorong ini dapat mengukur dengan ketelitian hingga 0,1 mm.
C. Mikrometer Skrup
Mikrometer skrup adalah alat yang digunakan untuk mengukur ketebalan benda yang tipis, panjang benda yang kecil, dan dimensi luar benda yang kecil. Mikrometer skrup memiliki 3 bagian, yaitu selubung utama yang fungsinya sebagai tempat skala utama yang akan menunjukkan berapa hasil pengukuran dan bagian ini sifatnya tetap dan tidak dapat digeser-geser, lalu selubung luar yang fungsinya sebagai skala nonius yang dapat diputar-putar untuk menggerakkan selubung ulir supaya dapat menyesuaikan dengan benda yang diukur, dan selubung ulir yang fungsinya sebagai bagian yang dapat digerakkan dengan cara memutar-mutar selubung luar sehingga dapat menyesuaikan dengan bentuk benda yang diukur. Mikrometer skrup ini dapat mengukur dengan ketelitian hingga 0,01 mm.
2. Alat Ukur Massa
Hanya ada satu jenis alat ukur massa, yaitu neraca. Meski begitu, sebenarnya neraca jenisnya bermacam-macam. Berikut penjelasannya.
Neraca, atau yang lebih dikenal dengan sebutan timbangan adalah alat yang digunakan untuk mengukur massa suatu benda. Ada beberapa jenis neraca, yaitu
Neraca Pasar, yaitu neraca yang biasa digunakan di pasar-pasar tradisional, bentuknya seperti pada gambar di samping. Cara pemakaian neraca ini yaitu dengan meletakkan benda yang akan ditimbang di bagian yang berbentuk mirip baskom, lalu di bagian sebelahnya yang datar diletakkan bandul neraca yang hampir seimbang dengan bobot benda, selanjutnya lengan neraca akan bergerak dan hasil pengukuran dapat diketahui.
Neraca Dua Lengan, yaitu neraca yang biasanya terdapat di laboratorium, bentuknya seperti pada gambar di samping. Cara pemakaian neraca ini hampir sama dengan cara pemakaian neraca pasar, bedanya bandul neraca yang terdapat pada neraca pasar dapat digantikan dengan barang lain.
Neraca Tiga Lengan, yaitu neraca yang juga biasanya terdapat di laboratorium, bentuknya seperti pada gambar di samping. Cara pemakaian neraca ini yaitu dengan cara menggeser ketiga penunjuk ke sisi paling kiri (skalanya menjadi nol), kemudian letakkan benda yang akan diukur pada bagian kiri yang terdapat tempat untuk benda yang akan diukur, lalu geser ketiga penunjuk ke kanan hingga muncul keseimbangan, dan hasil pengukuran dapat diketahui.
Neraca Kamar Mandi, adalah neraca yang biasa digunakan untuk mengukur berat badan, bentuknya seperti pada gambar di samping. Neraca ini biasanya terdapat di klinik, rumah sakit, rumah, atau mungkin di tempat-tempat lain yang memiliki neraca ini. Cara pemakaian neraca ini yaitu dengan cara kita naik ke atas neraca ini, selanjutnya jarum yang terdapat di neraca akan menunjukkan berapa hasil pengukuran berat badan kita.
3. Alat Ukur Waktu
Waktu adalah selang antara dua kejadian/peristiwa. Misalnya, waktu siang adalah sejak matahari terbit hingga matahari tenggelam, waktu hidup adalah sejak dilahirkan hingga meninggal. Untuk peristiwaperistiwa yang selang terjadinya cukup lama, waktu dinyatakan dalam satuan-satuan yang lebih besar, misalnya menit, jam, hari, bulan, tahun, abad dan lain-lain.
1 hari = 24 jam;
1 jam = 60 menit;
1 menit = 60 sekon
Sedangkan, untuk kejadian-kejadian yang cepat sekali bisa digunakan satuan milisekon (ms) dan mikrosekon (μs). Untuk keperluan sehari-hari, telah dibuat alat-alat pengukur waktu, misalnya stopwatch dan jam tangan
Cara Menghitung Volume Pekerjaan
Cara menghitung Volume pekerjaan :
I. Pekerjaan Awal1. PengukuranYang dimaksud dengan pengukuran adalah sebelum memulai pekerjaan, untukmenentukan posisi dari bangunan dilakukan pengukuran batas-batas, volumepengukuran adalah dihitung dg satuan lumpsum, missal diperkirakan dikerjakan 2 haridengan 2 tukang, sehingga perhitungan sbb ,upah tukang Rp.50.000, maka biaya50.000 x 2 x 2 = Rp. 200.000.2. BowplankDigunakan untuk membantu menentukan As atauletak titik dari bangunan, dengan cara membuat pagar menggunakan papan 2/15dipaku pada kayu ukuran 5/7 sebagai tiang, dibuat dengan jarak 1 meter dari asbangunan dipasang keliling bangunan.Misal rumah ukuran 6 x 7 , maka volume bowplank adalah (6+1+1)+(7+1+1)=17 m.Harga dan kebutuhan material dapat dilihat pada Analisa
II. pekerjaan.II. Pekerjaan Galian dan urugan1. GalianAdalah pekerjaan menggali yang berhubungan dengan pembuatan fondasi, dalam danlebarnya fondasi ditentukan oleh type fondasi. Misal lebar bawah fondasi 70 cm,maka lebar dari galian adalah 70 cm ditambah kiri 10 cm kanan 10 cm menjadi 70 + 20= 90 cm, sedangkan kedalaman galian juga ditentukan oleh keadaan tanah baik, tetapikalau kondisi tanah biasa umumnya kedalaman galian 70 cm, maka volume galianadalah 0.9 m x 0.7 m x panjang fondasi = satuan m3, sedangkan untuk menentukan
10 CONTOH BESARAN VEKTOR DAN SKALAR
10 contoh besaran vektor/skalar beserta simbol dan satuannya??
Pengeposan jawaban dinonaktifkan.
contoh besaran vektor :
kecepatan (m/s atau km/jam) ,
percepatan (m/s*2) ~~ maksudnya meter per sekon kuadrat
gaya (N)
momentum
medan magnet
medan listrik
perpindahan (m)
Tekanan (Pa)
contoh besaran skalar:
panjang (m)
massa (kg)
waktu(s)
kelajuan (m/s)
suhu (*c) ~~ derajat celcius atau (*K) kelvin
luas (m*2)
volume (m*3)
jarak (m)
kerapatan muatan
besar arus listrik (ampere)
potensial listrik
kecepatan (m/s atau km/jam) ,
percepatan (m/s*2) ~~ maksudnya meter per sekon kuadrat
gaya (N)
momentum
medan magnet
medan listrik
perpindahan (m)
Tekanan (Pa)
contoh besaran skalar:
panjang (m)
massa (kg)
waktu(s)
kelajuan (m/s)
suhu (*c) ~~ derajat celcius atau (*K) kelvin
luas (m*2)
volume (m*3)
jarak (m)
kerapatan muatan
besar arus listrik (ampere)
potensial listrik
BESARAN VEKTOR DAN SKALAR
BESARAN SKALAR DAN VEKTOR
Besaran dibagi dalam dua kategori, pertama, besaran skalar yaitu besaran yang hanya mempunyai nilai/besar saja. Kedua, adalah besaran vektor, yaitu besaran Fisika yang selain memiliki nilai, juga bergantung pada arah. Definisi vektor seperti ini sudah kita kenal sejak SMU. Definisi ini sebetulnya tidaklah cukup, karena arus listrik misalnya, memiliki nilai dan juga arah, akan tetapi kuat-arus bukanlah besaran vektor. Dengan demikian diperlukan definisi yang lebih lengkap untuk vektor sebagai berikut : “Besaran vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan arah serta dapat memenuhi aturan-aturan operasi matematika vektor”. Aturan-aturan operasi Matematika untuk vektor akan dijelaskan dalam bagian berikutnya.Dalam kehidupan sehari-hari volume air, massa benda, temperatur, jumlah mahasiswa, waktu, temperatur dll merupakan contoh-contoh besaran skalar yang tidak bergantung arah dan hanya memiliki nilai/besar
(magnitude), artinya dari arah manapun kita mengukurnya nilainya tetap sama, sedangkan hal-hal seperti
kecepatan aliran sungai, gaya gravitasi, medan listrik adalah beberapa besaran yang tidak hanya mempunyai nilai tapi juga bergantung arah, maksud dari bergantung pada arah adalah bahwa nilai dari besaran tadi dapat berubah pada arah yang berbeda. Arah, dalam operasi vektor didefinisikan lebih khusus adalah sudut yang dibentuk terhadap sumbu x positif atau arah timur dengan
arah putaran berlawanan jarum jam (Counter Clock Wise /CCW)
Pengategorian besaran ke dalam dua jenis ini tidak semata-mata untuk tujuan klasifikasi, akan tetapi nantinya sangat berguna dalam perhitungan dan operasi matematika, dan juga bermanfaat dalam menjelaskan sifat-sifat sebuah besaran fisika. Dibandingkan dengan besaran skalar, besaran vektor memiliki banyak keunikan dan kompleksitas dalam sifatnya, sehingga memerlukan pembahasan tersendiri yang (biasanya) terangkum dalam suatu kajian ANALISIS VEKTOR. Untuk tujuan itulah dalam awal kuliah Fisika Dasar, akan diberikan pengantar singkat analisis vektor.
MACAM MACAM BESARAN TURUNAN
1. luas
(L) = m2
2.
volume (V) = m3
3.
kecepatan (v) = m/s
4.
kelajuan (v) = m/s
5.
percepatan (a) = m/s2
6.
massa jenis (ρ) = kg/m3
7. gaya
(F) = N = kgm/s2
8.
Energi potensial (Ep) = J = kgm2/s2
9.
energi kinetik (Ek) = J = kgm2/s2
10 gaya
berat (w) = N = kgm/s2
11.
gaya coulomb (Fc) = N = kgm/s2
12.
impuls (I) = Ns
13. ggl
baterai (ε) = Volt
14.
momentum (p) = Kgm/s
15.
usaha (W) = Nm = kgm2/s2
16.
daya (P) = watt = J/s = kgm2/s3
17.
tekanan (P) = Pa = N/m2
18. tekanan
hidrostatis (Phid) = Pa = N/m2
19. frekuensi
(f) = 1/s = Hz
20. muatan
listrik (Q) = C
21.
hambatan listrik (R) = Ω
22.
tegangan listrik (V) = volt
23. kalor
laten (L) = J/kg
24. momen
kopel (M) = Nm
25. momentum
sudut (L) = kg.m2/s
26. kuat
medan listrik (E) = N/C
27.
kekuatan lensa (P) = 1/m = dioptri
28. kalor
(Q) = J = kgm2/s2
29.
kapasitas kalor (C) = (J/K
30.
kalor jenis (c) = J/kgK
31. hambatan
jenis kawat penghantar (ρ) = Ω.m
32.
cepat rambat cahaya (c) = m/s
33.
gaya sentripetal (Fs) = N
34. kecepatan
sudut (ω) = rad/s
35.
percepatan sudut (α) = rad/s2
36.
percepatan gravitasi (g) = m/s2
37. tegangan
atau stres (σ) = N/m2
38. Modulus
elastis (E) = N/m2
39.
modulus Young (Y) = N/m2
40. konstanta
pegas (k) = N/m
41.
tetapan Gravitasi bumi (G) = N.m2/kg2
42. momen
gaya (τ) = N.m
43. momen
inersia (I) = Kg.m2
44. debit
aliran (Q) = m3/s
45. koefisisen
viskositas (η) = N.s/m2
46. induktansi
diri (L) = Hendry = H
47. intensitas
bunyi (I) = watt/m2
48. Medan
listrik (E) = (N/C)
49.
Fluks medan listrik (ΦE) = Nm2/C = Weber (Wb)
50. kapasitas
kapasitor (C) = farad = C/V
51.
Kuat Medan magnet (B) = tesla = Wb/m2
52. konduktivitas
listrik bahan penghantar (σ) = Ω/m
53. resistivitas
listrik bahan penghantar (ρ) = Ω.m
54. koefisien
konveksi (h) = W/m2K
55. laju
kalor konveksi (I) = watt = J/s
56. koefisien
konduktivitas termal (k) = W/m.K
![]() |
| Gelas ukur untuk mengukur besaran turunan volume |
DIVINISI BESARAN TURUNAN
Besaran turunan
Besaran
turunan adalah besaran yang dapat diturunkan atau didefinisikan dari
besaran pokok. Satuan besaran turunan disesuaikan dengan satuan besaran
pokoknya. Salah satu contoh besaran turunan yang sederhana ialah luas.
Luas merupakan hasil kali dua besaran panjang, yaitu panjang dan lebar. Oleh karena itu, luas merupakan turunan dari besaran panjang.
_____Luas = panjang x lebar
_________= besaran panjang x besaran panjang
Satuan luas = meter x meter
_________= meter persegi (m2)
_________= besaran panjang x besaran panjang
Satuan luas = meter x meter
_________= meter persegi (m2)
Besaran turunan yang lain misalnya
volume. Volume merupakan kombinasi tiga besaran panjang, yaitu panjang,
lebar, dan tinggi. Volume juga merupakan turunan dari besaran panjang.
Adapun massa jenis merupakan kombinasi besaran massa dan besaran volume.
Selain itu, massa jenis merupakan turunan dari besaran pokok massa dan
panjang.
nah… dengan memperhitungkan nilai besaran
turunan ini, kita dapat mengetahui keadaan benda denga lebih pasti dan
jelas. coba kalau saya sebutkan..ada BOX/Kotak bessa………r sekali. apakah
anda sudah bisa membayangkannya? sudah yakin tahu besarnya? maka dari
itu dengn memperhatikan besaran turunan ini, minimalnya bisa kita
bayangkan seberapa besarnya, misalnya kotak itu tinggnya berapa
meter….., panjangnya, juga lebarnya berapa. Dengan begitu kita katakan
saja berapa volume kotak itu.
Beberapa besaran turunan, dapat kita lihat pada tabel di bawah ini.
Klik untuk memperbesar gambar…
Ini
merupakan bab awal yang harus dipahami, karena pada bab-bab selajutnya,
SEPERTI saat membahas gerak maka kita akan lebih jelas mengetahui
gerak benda jika mengetahui berapa kecepatannya, energi, geraknya,massa
bendanya dan dan lain sebagainya. Dengan demikian semua besaran dan
satuan sangat diperlukan untuk memperjelas fenomena-fenomena fisika di
alam ini.
Ini
merupakan bab awal yang harus dipahami, karena pada bab-bab selajutnya,
SEPERTI saat membahas gerak maka kita akan lebih jelas mengetahui
gerak benda jika mengetahui berapa kecepatannya, energi, geraknya,massa
bendanya dan dan lain sebagainya. Dengan demikian semua besaran dan
satuan sangat diperlukan untuk memperjelas fenomena-fenomena fisika di
alam ini.
Namun satu tips dari saya, dengan
banyaknya latihan soal dengan sendirinya kita akan hafal dari simbol,
rumus dan satuan dari besaran turunan ini.
PENGERTIAN DAN MACAM BESARAN POKOK
PENGERTIAN DAN MACAM BESARAN POKOK
A.PENGETIAN BESARAN POKOK
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditentukan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lainnya.
B.MACAM-MACAM BESARAN POKOK
1.Panjang(m)[L]
Panjang
adalah jarak antara dua titik di dalam ruang.Dalam SI satuan panjang
adalah meter(m).Meter adalah satuan panjang internasional yang
pertama,yang terbuat dari campuran bahan platina iridium,dan disimpan di
The International Bureau Of Weinght and Measure.
Pada
tahun 1960,para ahli menetapkan bahwa satu meter sama dengan
1.650.763,73 kali panjang gelombang pancaran sinar jingga-merah dari
atom kripton-86 dalam ruang hampa.Kemudian pada tahun 1983,meter kembali
di definisi ulang dan bunyinya adlah:”Meter adalah panjang jalur yang
dilalui oleh cahaya pada ruang hampa udara selama selang waktu:
1/299.792.458 sekonu.
2.Massa(kg)[M]
Massa
adalah jumlah materi yang terkandung dalam suatu benda.Dalam SI satuan
massa adalah kilogram(kg).Satu kilogram adalah massa sebuah silinder
logam yang terbuat dari campuran platina iridium yang disimpan di
Lembaga berat dan Ukuran internasional di Paris,Prancis.Kilogram
merupakan satu-satunya satuan Standar yang tidak bisa dipindahkan.Alat
ukur satuan massa antara lain adalah:
- · Neraca Lengan,ada yang terdiri dari dua atau tiga lengan.
- · Neraca Kimia,biasa digunakan untuk mengukur massa yang kecil.
- · Neraca Elektronik/digital.
3.Waktu(s)[T]
Waktu
awalnya didefinisikan sebagai 1/86.400 waktu satu hari yang didasarkan
pada waktu perputaran bumi pada porosnya.Dalam SI satuan waktu adalah
sekon(s).Untuk mendapatkan pengukuran waktu yang lebih teliti,sekarang
orang lebih memilih menggunakan Jam Atom.jam ini diatur oleh gerakan
atom tertentu misalnya cesium,dimana 1 detik adalah 9.192.631.770
periode getaran atom cesium-133.Alat ukur mengukur besaran waktu antara
lain sebagai berikut:
- · Jam Matahari,Jam Pasir,Jam Air.
- · Arloji.
- · Stopwatch.
4.Suhu(K)[ ]
Suhu
adalah ukuran yang derajat panas atau dinginnya suatu benda.Dalam SI
satuan suhu adalah Kelvin(K).Definisi dari suhu didasarkan pada diagram
fase air,yaitu posisi titik tripel air(suhu diamana 3 fase air berada
bersamaan) yang di definisikan sebagai 273,16 Kelvin.kemudian,nol mutlak
didefinisikan pada 0 kelvin,sehingga 1 Kelvin didefinisikan sebagai
1/273,16 dari temperatur(suhu) tripel air.Alat untuk mengukur suhu benda
dengan tepat dan menyatakannya dalam angka disebut termometer.
5.Kuat Arus Listrik(A)[I]
Arus
listrik adalah banyanya muatan listrik yang mengalir melalui satu titik
dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu.Dalam SI satuan kuat arus
listrik adalah Ampere(A).Saat arus listrik mengalir melalui satu kabel
maka bidang magnet berada di sekeliling kabel.
Pada
tahun 1948,Ampere didefinisikan dari kekuatan tarik-menarik dua kabel
yang berarus listrik.Alat ukur untuk mengukur kuat arus listrik adalah Ampere meter.
6.Jumlah Zat(mol)[N]
Jumlah Zat satuannya dalam SI adalah molekul(mol).Mol adalah istilah yang digunakan sejak 1902 dan merupakan kependekan dari”gram-molecule”.Satu mol didefinisikan sebagai zat suatu sistem yang mengandung “entitas elementer”(atom,molekul,ion,elektron) sebanyak atom-atom yang berada dalam 12 gram karbon-12.Bilangan ini disebut bilangan Avogadro yaitu G.0221367*1023.
7.Intensitas Cahaya(Cd)[J]
table 7 besaran pokok
Tugas Fisika
Membuat Rankuman Tetang Fisika
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur, dihitung, memiliki nilai dan satuan. Besaran menyatakan sifat dari benda. Sifat ini dinyatakan dalam angka melalui hasil pengukuran. Oleh karena satu besaran berbeda dengan besaran lainnya, maka ditetapkan satuan untuk tiap besaran. Satuan juga menunjukkan bahwa setiap besaran diukur dengan cara berbeda.Mengukur sebenarnya adalah kegiatan membandingkan suatu Besaran dengan Besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain.
Besaran turunan adalah besaran yang didapat dari penggabungan besaran-besaran pokok
Contoh besaran turunan
Besaran Satuan Singkatan
Kecepatan
meter per sekon m/s
Percepatan, percepatan gravitasi
meter per sekon kuadrat m/s²
Luas
meter persegi m²
Volume
meter kubik m³
Gaya, berat, tegangan tali
Newton (kilogram meter per sekon persegi) kg m/s²
Debit
meter kubik per detik m³/s
Energi, usaha
Joule
J
Rapat tenaga
joule per meter kubik J/m³
Tegangan permukaan, tetapan pegas
Newton per meter N/m
Besaran Vektor dan Skalar
Dalam pembahasan sebelumnya, mengenai Besaran dan Satuan, anda sudah mempelajari besaran Fisika, seperti besaran pokok dan besaran turunan. Dalam bab ini, anda saya ajak untuk memahami kelompok besaran Fisika lainnya, yaitu Besaran Vektor dan Besaran Skalar.
Besaran Skalar
Pada saat anda menghitung luas sebuah bidang bujur sangkar, maka anda hanya menyebut angka (nilai) nya saja, misalkan 25 cm² Demikian pula, saat anda membeli dan menimbang satu keranjang buah mangga, maka pada timbangan tertera angka yang menunjukkan massa mangga tersebut, misalkan 4 kg.
Pada contoh tersebut diatas, besaran Luas bujur sangkar dan Massa mangga merupakan besaran skalar, yaitu besaran yang hanya memilik besar (nilai) saja dan tidak memiliki arah.
Contoh besaran Skalar yaitu, panjang, massa, waktu, suhu, massa jenis, volume, enegi potensial, usaha, potensial listrik, energi listrik dan lainsebagainya.
Besaran Vektor
Jika sebuah mangga yang anda beli tadi, berada dalam genggaman tangan anda, yang semula diam, kemudian terjatuh. Apa yang anda amati? Buah mangga tersebut jatuh kearah lantai, yang disebabkan oleh Gravitasi Bumi (Gaya). Pada gerak mangga, dari keadaan diam bergerak dengankecepatan yang terus bertambah dengan arah kebawah hingga menyentuh lantai. Dari kejadian tersebut, kita dapat menyebutkan bahwa, besaran Gaya dan besaran Kecepatan merupakanbesaran Vektor, yaitu besaran yang memilik nilai dan arah.
Vektor dapat dituliskan dalam huruf kecil dan besar, atau dengan dua huruf seperti berikut :
Sebuah vektor digambarkan dengan sebuah anak panah (lihat gambar), yaitu panjang panah menunjukkan nilai atau besarnya vektor dan arah anak panah menunjukkan arah vektor
Keterangan :
Titik A : adalah titik awal ( titik tangkap ) vektor
Titik B : adalah arah vektor
Panjang AB merupakan panjang atau besar vektor
Tabel Beberapa Contoh
Besaran Skalar dan Besaran Vektor :
NO BESARAN SKALAR BESARAN VEKTOR
1 JARAK PERPINDAHAN
2 MASSA BERAT
3 PANJANG PERCEPATAN
4 KELAJUAN KECEPATAN
5 VOLUME PERCEPATAN GRAVITASI
6 WAKTU MOMENTUM
7 ENERGI POTENSIAL IMPULS
8 ENERGI KINETIK GAYA
9 USAHA MOMEN GAYA
10 DAYA TEGANGAN PERMUKAAN
11 MASSA JENIS GAYA GESEK
12 MUATAN LISTRIK INDUKSI MAGNETIK
13 POTENSIAL LISTRIK MEDAN GRAVITASI
14 JUMLAH ZAT MEDAN LISTRIK
15 KERAPATAN ARUS TEKANAN
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur, dihitung, memiliki nilai dan satuan. Besaran menyatakan sifat dari benda. Sifat ini dinyatakan dalam angka melalui hasil pengukuran. Oleh karena satu besaran berbeda dengan besaran lainnya, maka ditetapkan satuan untuk tiap besaran. Satuan juga menunjukkan bahwa setiap besaran diukur dengan cara berbeda.Mengukur sebenarnya adalah kegiatan membandingkan suatu Besaran dengan Besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain.
Besaran turunan adalah besaran yang didapat dari penggabungan besaran-besaran pokok
Contoh besaran turunan
Besaran Satuan Singkatan
Kecepatan
meter per sekon m/s
Percepatan, percepatan gravitasi
meter per sekon kuadrat m/s²
Luas
meter persegi m²
Volume
meter kubik m³
Gaya, berat, tegangan tali
Newton (kilogram meter per sekon persegi) kg m/s²
Debit
meter kubik per detik m³/s
Energi, usaha
Joule
J
Rapat tenaga
joule per meter kubik J/m³
Tegangan permukaan, tetapan pegas
Newton per meter N/m
Besaran Vektor dan Skalar
Dalam pembahasan sebelumnya, mengenai Besaran dan Satuan, anda sudah mempelajari besaran Fisika, seperti besaran pokok dan besaran turunan. Dalam bab ini, anda saya ajak untuk memahami kelompok besaran Fisika lainnya, yaitu Besaran Vektor dan Besaran Skalar.
Besaran Skalar
Pada saat anda menghitung luas sebuah bidang bujur sangkar, maka anda hanya menyebut angka (nilai) nya saja, misalkan 25 cm² Demikian pula, saat anda membeli dan menimbang satu keranjang buah mangga, maka pada timbangan tertera angka yang menunjukkan massa mangga tersebut, misalkan 4 kg.
Pada contoh tersebut diatas, besaran Luas bujur sangkar dan Massa mangga merupakan besaran skalar, yaitu besaran yang hanya memilik besar (nilai) saja dan tidak memiliki arah.
Contoh besaran Skalar yaitu, panjang, massa, waktu, suhu, massa jenis, volume, enegi potensial, usaha, potensial listrik, energi listrik dan lainsebagainya.
Besaran Vektor
Jika sebuah mangga yang anda beli tadi, berada dalam genggaman tangan anda, yang semula diam, kemudian terjatuh. Apa yang anda amati? Buah mangga tersebut jatuh kearah lantai, yang disebabkan oleh Gravitasi Bumi (Gaya). Pada gerak mangga, dari keadaan diam bergerak dengankecepatan yang terus bertambah dengan arah kebawah hingga menyentuh lantai. Dari kejadian tersebut, kita dapat menyebutkan bahwa, besaran Gaya dan besaran Kecepatan merupakanbesaran Vektor, yaitu besaran yang memilik nilai dan arah.
Vektor dapat dituliskan dalam huruf kecil dan besar, atau dengan dua huruf seperti berikut :
Sebuah vektor digambarkan dengan sebuah anak panah (lihat gambar), yaitu panjang panah menunjukkan nilai atau besarnya vektor dan arah anak panah menunjukkan arah vektor
Keterangan :
Titik A : adalah titik awal ( titik tangkap ) vektor
Titik B : adalah arah vektor
Panjang AB merupakan panjang atau besar vektor
Tabel Beberapa Contoh
Besaran Skalar dan Besaran Vektor :
NO BESARAN SKALAR BESARAN VEKTOR
1 JARAK PERPINDAHAN
2 MASSA BERAT
3 PANJANG PERCEPATAN
4 KELAJUAN KECEPATAN
5 VOLUME PERCEPATAN GRAVITASI
6 WAKTU MOMENTUM
7 ENERGI POTENSIAL IMPULS
8 ENERGI KINETIK GAYA
9 USAHA MOMEN GAYA
10 DAYA TEGANGAN PERMUKAAN
11 MASSA JENIS GAYA GESEK
12 MUATAN LISTRIK INDUKSI MAGNETIK
13 POTENSIAL LISTRIK MEDAN GRAVITASI
14 JUMLAH ZAT MEDAN LISTRIK
15 KERAPATAN ARUS TEKANAN



























